Produk sidomuncul

PRODUK SIDOMUNCUL

Kuku Bima Energi



14 May 2010 ]
KUKU BIMA ENERGI KEMBALI PROMOSIKAN PESONA NTT


Kuku Bima Energi yang merupakan produk unggulan PT. Sido Muncul pertengahan Mei ini bertolak ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur untuk kembali membuat iklan versi kolam susu dengan memperkenalkan keindahan alam NTT.

Dua bulan yang lalu kurang lebih akhir Maret, Kuku Bima Energi telah membuat iklan di Kupang dan Sumba NTT. Iklan dengan versi Kolam Susu yang mengedepankan tradisi-tradisi yang ada di pulau Sumba antara lain menceritakan tentang tradisi masyarakat Lamalera ketika musim berburu paus dan tradisi Pasola yang merupakan permainan adu ketangkasan melempar lembing di atas kuda. Saat ini iklan Kuku Bima Energi versi kolam susu tersebut telah tayang di beberapa stasiun TV.

“NTT merupakan pulau-pulau Indonesia Timur yang mempunyai pantai yang indah sangat layak untuk dipromosi menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia ” ujar Irwan Hidayat Direktur Utama PT. Sido Muncul

Pengambilan gambar iklan Kuku Bima Energi kali ini dilakukan di Labuan Bajo dengan pengambilan lokasi antara lain di Bukit Melo, Ruteng, Pantai Kanawa dan Pulau Rinca yang hal ini akan menambah keaneka ragaman gambar latar belakang keindahan alam NTT. Iklan yang dibintangi Rieke Diah Pitaloka, Donny Kesuma, Chris John, dan Shanty yang sebelumnya masing-masing telah menjadi ‘ikon’ Kuku Bima Energi, untuk kali ini juga menggandeng Olga Lidya yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan dan Kepariwisataan sebagai duta pulau Komodo.

Iklan Kuku Bima Energi lanjutan versi kolam susu ini menceritakan tentang keindahan alam Labuan Bajo dimulai dengan keindahan alam pada saat matahari terbit, traveling dengan mobil, main caci yang merupakan tradisi masyarakat Ruteng di Bukit Batu Gosok, diving di Kanawa dan tidak lupa pengambilan gambar di pulau Rinca dengan binatang komodo nya.

Iklan Kuku Bima Energi kali ini masih menggunakan syair lagu kolam susu yang dipopulerkan grup musik Koes Plus yang konon syair lagu tersebut terinspirasi dari daerah Labuan Bajo, dimana daerah ini ada daerah yang disebut ‘Kolam Susuk’ yang pada musim-musim tertentu daerah tersebut penangkapan ikan-nya mudah didapat.

“ Harapan kami pembuatan iklan Kuku Bima Energi dengan latar belakang pesona alam Labuan Bajo NTT agar daerah ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata seperti halnya pulau Bali ” tambah Irwan Hidayat.

Labuan Bajo yang merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat dan merupakan pintu masuk ke Flores bagian barat merupakan salah satu gugusan pulau-pulau di NTT yang pantainya sangat indah. Apalagi di daerah ini ada binatang komodo yang merupakan buaya raksasa yang hanya ada di Indonesia .

Kuku Bima Energi sebagai pelopor minuman energi rasa sampai saat ini telah memiliki 7 rasa unggulan, antara lain : rasa original, anggur, jeruk, susu soda, kopi dan yang terbaru adalah rasa nanas. Produk yang dikeluarkan sejak tahun 2004 ini telah menjadi market leader untuk kategori minuman energi.

Selain Kuku Bima Energi, PT. Sido Muncul mempunyai beberapa produk unggulan antara lain : Tolak Angin, jamu Komplit, Kunyit Asam, Kopi Kuku Bima Ginseng dan Kopi Energi.

Tolak Angin

Kini Tolak Angin adalah market leader dalam kategori produk jamu yang terus berusaha digoyang para pesaingnya seperti Antangin, Orangin dan Bintangin. Target market dari Tolak Angin ini adalah orang-orang yang lebih percaya terhadap jamu ataupun obat herbal dibandingkan dengan obat-obat farmasi. Namun perkembangan produk ini terancam stagnan dan ditinggalkan konsumennya karena Tolak Angin terkesan kuno dan tidak praktis yang pada awalnya berbentuk serbuk.
Inovasi Produk
Presiden direktur dari PT. Sido Muncul, Irwan berinovasi dengan Tolak Angin berbentuk cair dan mengemas Tolak Angin dalam kemasan sachet yang praktis, dengan begitu Tolak Angin telah memasuki pasar blue ocean karena belum ada produk yang sejenis sebelum dikeluarkannya produk Tolak Angin cair ini.

Brand Image
Tolak Angin melakukan posisioning dengan cara merubah image sebagai produk jamu yang kuno menjadi produk jamu yang modern (obat herbal). Diantara sejumlah tokoh dan selebritis yang menjadi endorser, Agnes Monica termasuk yang paling sering mengkomunikasikan Tolak Angin, karena ingin menyasar market generasi muda. Dari strategi pricing yang digunakan, Irwan menemukan bahwa persepsi konsumen yaitu memandang produk murah = produk jelek. Oleh karena itu Irwan menaikkan harga jual Tolak Angin dari Rp.800,00 per sachet menjadi Rp.1.000,00 dan sekarang Rp.1.500,00 per sachet.
Program Komunikasi
Kemudian lahirlah tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin” yang sangat terkenal itu. Rhenald Kasali adalah tokoh yang dipandang tepat untuk mewakili kalangan atas, akademisi yang pintar, yang tahu khasiat Tolak Angin sebagai produk berkualitas. Komunikasi tersebut mengubah persepsi masyarakat yang sebelumnya mempersepsikan jamu itu hanya dikonsumsi oleh masyarakat tradisonal menjadi jamu itu layak dan baik dikonsumsi oleh orang modern sekalipun. Sebelumnya semua produsen jamu instant terjebak pada pikiran mereka sendiri bahwa jamu itu konsumsi masyarakat tradisional, makanya iklan-iklan mereka pun mengahdirkan tema dan bintang-bintang tradisional seperti antangin yang menghadirkan basuki dengan “Wes ewes ewes.. Bablas Angine” dan Tolak Angin dengan ike nurjanah dan doyok.
Kesimpulan
Tolak Angin menggunakan tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin” sebagai posisioning utamanya yang mengubah persepsi masyarakat yang sebelumnya mempersepsikan jamu itu hanya dikonsumsi oleh masyarakat tradisonal menjadi jamu itu layak dan baik dikonsumsi oleh orang modern sekalipun., serta menggambarkan segala keunggulan dari jamu Tolak Angin ini. Mulai dari jamu yang modern, praktis dan harga yang terjangkau. Kami juga sudah mewawancara beberapa orang mengenai persepsi terhadap jamu Tolak Angin. Mereka menyatakan bahwa Tolak Angin merupakan jamu yang praktis dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan. Hal itu menunjukkan bahwa program komunikasi yang dilakukan sudah berhasil memposisioning Tolak Angin sebagai jamu yang modern di benak audiens karena kepraktisannya dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.

Kopi Jahe



22 Agt 2010 ]
Kopi Jahe Sido Muncul melakukan shooting pembuatan iklan


Pertengahan tahun ini PT Sido Muncul kembali mengeluarkan produk terbaru “Kopi Jahe” Sido Muncul.
Kopi Jahe Sido Muncul merupakan pengembangan produk divisi makanan dan minuman dari PT. Sido Muncul. Kopi Jahe ini dalam pemasarannya akan dibantu dengan iklan komersial yang menampilkan endoser Band Wali.

Minggu (22/8) bertempat di Gedung Wimo, Kemang, Jakarta Kopi Jahe Sido Muncul melakukan shooting pembuatan iklan komersial yang bertemakan group band Wali. Diharapkan dengan keluarnya Kopi Jahe Sido Muncul ini menjadikan alternative pada masyarakat untuk memilih varian kopi yang sudah diproduksi PT. Sido Muncul, yaitu Kopi Energy, Kopi Ginseng Kuku Bima dan yang terbaru Kopi Jahe.

Kopi Jahe Sido Muncul praktis dikonsumsi karena dalam satu sachet sudah terkandung Kopi, Jahe, Gula dan Susu. Sehingga kalau mengkonsumsi tinggal menyeduh dengan air hangat dan kopi jahe siap diminum.

Tampak pada gambar Product Manager Kopi Jahe Yana Hidayat diapit personil “Wali” antara lain Faank (Vocal), Apoy (Gitar), Tomi (Drum) Ovie (Keyboard & synt) dan Nunu (Bass) berfoto bersama di sela-sela Shooting Iklan Kopi Jahe.

Produk Herbal

Semua Produk Herbal